Setiap orang seharusnya melakukan 2 hal : mengerjakan hal yang sangat ia sukai, dan mengerjakan hal yang sangat ia benci.

Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri.

Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan ataupun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

Apapun yang terjadi pada anda esok hari itu karena apa yang anda lakukan hari ini.

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.

Kasus Tindak Korupsi Pelayanan Publik

1 komentar

Share

Sudah menjadi rahasia umum dalam proses pembuatan surat administrasi kewarganegaraan (KTP, Akta Kelahiran, Surat Ketengan Tidak Mampu,dan lainnya) seringkali terjadi penyimpangan yang dianggap hal biasa bagi sebagian masyarakat karena telah mendarah daging. Pada dasarnya hal itu merupakan sebuah tindak pidana korupsi.


Kenapa?


Karena pembibitan korupsi di Indonesia sangatlah baik.


Hal-hal yang sering dikeluhkan masyarakat terhadap proses pelayanan publik, khususnya mengenai masalah pembuatan kartu keluarga, adalah sebagai berikut:
1.    Terjadinya Diskriminasi dalam Memberikan Pelayanan
2.    Sering Terjadinya Pungli
3.    Tidak Adanya Kepastian
Hal-hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelayanan publik, khususnya pembuatan KK, diantaranya:
1.    Memperbaiki Sistem Rekrutmen
2.    Memberikan Sanksi yang Tegas
3.    Mempermudah Proses
4.    Pelatihan dan Pendidikan Berkala
Pemerintah juga harus melakukan pendidikan dan pelatihan secara berkala bagi aparatur pemerintahan, sehingga memiliki kapabilitas dan profesionalitas tinggi dalam melayani masyarakat. 

Lalu bagaimanakah cara melakukan deteksi dini untuk kasus korupsi di bidang pelayanan publik tersebut?
Pengertian deteksi dini adalah sebuah proses pengungkapan kemungkinan terjadinya suatu halJika diibaratkan korupsi itu adalah penyakit maka diperlukan deteksi dini untuk mencegah agar penyakit tersebut bisa diobati sebelum menyebar
Perlu diketahui bahwa korupsi itu bukan hanya dalam bentuk mengambil yang bukan haknya contoh uang rakyat, tetapi masih  banyak hal lain yang termasuk korupsi seperti tidak bekerja secara maksimal, meninggalkan kantor tanpa alsan yang jelas pada jam kerja, menukar kembalian uang dengan permen, tidak melayani masyarakat dengan baik, hal tersebut mungkin dianggap biasa-biasa saja namun perlu diketahui itu sudah termasuk tindak korupsi
Sebelum tindakan-tidakan diatas menyebar menjadi budaya atau kebiasaan, marilah kita mendeteksi dini apa saja yang termasuk tindakan korupsi.

Sebenarnya apakah yang menjadi faktor sehingga muncul korupsi di bidang pelayanan publik?
Selain dari faktor greeds, opportunities, needs, dan exposure, ada faktor penyebab korupsi yang lain diantaranya:
1. Iman Yang Tidak Kuat (Iman yang lemah)
2. Lemahnya penegakan hukum
3. Kurangnya Sosialisasi dan Penyuluhan kepada Masyarakat
4. Desakan Kebutuhan Ekonomi
5. Pengaruh Lingkungan

Lantas bagaimana cara mengatasinya?
1. Memperkuat iman.Selalu merasa bersyukur dengan apa yang kita punya.
2. Menjunjung tinggi integritas.Jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan
3. Mengarahkan keluarga kita untuk tidak hidup bermewah-mewah dan belajar untuk tidak selalu menuntut hak
4. Selalu ingat bahwa masih ada kehidupan selanjutnya di akhirat
5. Berani untuk mengatakan tidak untuk korupsi

Yang terakhir apakah ada solusi dari penulis pribadi untuk menghindarinya?
  • Solusi untuk tindak korupsi dimulai dengan langkah awal dalam memilih pemimpin dan calon aparat pemerintahan, pilih pemimpin yang jujur, amanah, dan tidak fake, maksudnya hanya terlihat baik dalam pencitraan saja, cermati dalam memilih pemimpin!
  • Memperkuat undang-undang dalam pelaksanaanya harus secara tegas, diperlukan orang-orang yang “tegadalam menegakkan hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.
  • Mengoptimalkan kinerja badan yang dibentuk dengan tujuan pemberantasan korupsi.
  • Memperkuat iman dan membudayakan malu.
  • Hukuman yang bersifat jera
Itulah tadi cuplikan singkat mengenai Kasus tindak korupsi Pelayanan Publik, terima kasih...


Etos Kerja Berbagai Bangsa

1 komentar

Share


Tahukah anda bahwa setiap bangsa di dunia ini memiliki etos kerja yang berbeda-beda? Walaupun sama-sama bangsa berkulit putih/bule ternyata bangsa amerika memiliki etos kerja yang berbeda dengan bangsa eropa. Nah sebenarnya apasih itu etos kerja, lalu bagaimana etos kerja yang diterapkan bangsa-bangsa di dunia, berikut akan penulis jabarkan. So cekidot...
  • Pengertian Etos Kerja
Etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point, to appear, disposition hingga disimpulkan sebagai character

Etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku, sikap-sikap, aspirasi-aspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, dan standar-standar.


Etos juga dapat diartikan sebagai respon manusia terhadap kehidupan, kualitas manusia dalam bekerja, serta karakter manusia dalam melakukan pekerjaannya. 


Lalu bagaimana penerapannya ?


  • Etos kerja orang amerika



Orang Amerika memiliki etos kerja yang berbeda dengan kebanyakan orang di Indonesia. Mereka bekerja keras sungguh-sungguh dan terus-menerus. Sementara Indonesia belum terbiasa dengan cara kerja orang Amerika. Kalau diibaratkan dengan perlombaan lari, kita sebagai orang Indonesia terbiasa berlari lalu berhenti sebentar untuk menarik napas, lalu kita lihat, ‘Oh rekanku sudah di depan!’ lalu kita berlari lagi menyusul dia. Perbandingan dengan orang berlari ini terasa tepat. Seperti itulah cara mereka bekerja. Kepemimpinan Amerika terbiasa bekerja cepat untuk menyelesaikan segala sesuatunya. 

Bagai orang berlari, mereka tidak akan membiarkan diri mereka terhenti. Menoleh saja tidak karena takut didahului yang lain. Tahu-tahu negara lain sudah membuat penemuan baru dan inovasi baru. Mereka tidak akan membiarkan itu terjadi sehingga kemalasan merupakan musuh utama mereka. Seperti itulah cara mereka bekerja: berlari sekuat tenaga dan tidak pernah berhenti. Berbeda jauh dengan keadaan Indonesia. Di sini umumnya kita masih bisa berhenti sebentar untuk beristirahat sebelum berlari lagi, itupun tidak berlari sekuat tenaga sehingga etos kerja kita yang pemalas membuat Indonesia tidak pernah berkembang.


  • Etos kerja orang eropa (contohnya jerman)



Karaktristik budaya bisnis Jerman adalah bersikap monokronik terhadap penggunaan waktu, misalnya hasrat menyelesaikan serangkaian tindakan sebelum memulai tindakan lain; keyakinan yang kuat bahwa mereka adalah negosiator yang jujur dan terus terang; dan cendrung bersikap lugas dan menyampaikan ketidak stujuan secara terbuka daripada menunjukkan kesopanan atau diplomasi.

Orang Jerman sangat menghormati harta milik dan kekayaan. Bangunan yang kokoh, mobil dan pakaian yang bagus adalah penting bagi mereka dan mereka akan membuat kita terkesan dengan semua ini. Kita harus mengakui kehebatan harta milik orang Jerman dan merasa enggan untuk memamerkan kekuatan, fasilitas kita, dan lain-lain. Orang Jerman berharap percaya bahwa kita sekuat mereka


Dalam keseriusan mereka, mereka berusaha keras untuk menjadi warga yang patuh dan yang tidak membuat masalah. Di negara yang ramai ini, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat umum memang sangat kuat. Orang Jerman tidak ingin dipandang sebagai orang yang tidak konvensional atau tidak lazim. Mereka tidak berhasrat untuk menjadi eksentrik (seperti orang-orang Inggris, Prancis atau Amerika). Orang Jerman berusaha untuk tidak membuat kesalahan dan biasanya berhasil. Jika anda membuat kesalahan, mereka akan mengatakannya kepada kita. Mereka tidak kasar-ini adalah hasrat mereka yang tidak dapat dihentikan akan keteraturan dan kesesuaian. Orang Jerman suka keadilan dan mereka sering melakukan sesuatu untuk menunjukkan betapa adilnya mereka.

  • Etos kerja orang jepang



Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang disiplin dan tingkat produktivitasnya tinggi. Berkat budaya kerjanya itu maka mereka bisa menjadi bangsa yang tingkat ekonominya sejajar dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika.

Orang jepang terkenal dengan etos kerjanya yang luar biasa. Etos kerja ini memiliki peranan penting atas kebangkitan ekonomi jepang, terutama setelah kekalahan Jepang diperang dunia kedua. Dulu orang Jepang bukanlah orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka tidak disiplin dan lebih senang bersantai dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.

Namun kekalahan Jepang pada perang dunia kedua mengubah keadaan yang serba santai dimasa lalu. Ekonomi Jepang kacau balau, pengangguran dimana-mana. Saat itu mereka tidak punya pilihan lain selain bekerja dengan sangat keras agar bisa survive. Kondisi yang serba tidak enak itu secara tidak langsung menempa kedisiplinan mereka dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan etos kerja mereka yang begitu mengagumkan. Etos kerja tersebut menular ke generasi selanjutnya dalam konsep moral yang ditanamkan dengan ketat melalui jalur pendidikan.
  • Etos kerja orang china



Bangsa China adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat. Perhatikan orang China yang buka toko. Pada pukul 06.00 dia sudah membuka toko dan tutup menjelang Maghrib, kemudian malam harinya, dia totalan. Jadi, waktu yang tersisa itu hanya digunakan untuk tidur atau untuk keperluan yang berkaitan dengan usaha dagangnya.

Di samping sebagai pekerja keras, orang China adalah pekerja cerdas. Sekarang ini, tidak ada satu barang pun di dunia ini yang tidak ditiru oleh Negara China . Suatu saat saya pergi ke pasar malem. Di sana saya ditunjukkan jam tangan merk Rolex, mulai dari yang asli seharga 70 juta Rupiah, sampai Rolex yang seharga Rp. 70.000, dan kita sulit untuk membedakan antara yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, RRC mempunyai potensi luar biasa untuk menghancurkan Barat. Apalagi produksi-produksi di sana dibuat secara besar-besaran, yaitu kalau satu orang membuat 10 baju, maka dari RRC akan mengekspor sekirat 12-13 milyar baju.
  • Etos kerja orang melayu


Orang Melayu yang mendasarkan budayanya dengan teras islam selalu memandang bahwa bekerja merupakan ibadah, kewajiban dan tanggung jawab. Bekerja sebagai ibadah merupakan hasil pemahaman orang Melayu terhadap Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Di dalam Al-Qur’an mengatakan, “apabila kamu telah selesai melaksanakan shalat, bertebaranlah kamu dimuka bumi (untuk mencari rezeki dan rahmat Allah). Pada ayat lain juga dikatakan “maka apabila telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” (QS Alam Nasyrah :7). 

Beberapa hadits nabi yang mendukung budaya kerja Melayu diantaranya, “bekerjalah kamu untuk duniamu, seakan-akan kamu hidup untuk selama-lamanya, dan bekerjalah kamu, seakan-akan kamu mati besok pagi” (H.R. Muslim). Hadits lain juga mengatakan “sesungguhnya Allah sukakepada hamba yang bekerja dan terampil, barang siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid dijalan allah azza wajalla”(H.R. Ahmad).

Orang Melayu harus mau bekerja keras karena dianggap sebagai tanggung jawab, baik bagi diri sendiri, keluarganya,  masyarakat, agama, adatistiadat serta norma-norma social yang mereka jadikan pegangan dan sandaran. Sebaliknya apabila orang itu malas, culas dan memilih-milih kerja, disebut bebal, dan tak tahu diri.

Dari sisi lain, orang Melayu memandang kerja bukan semata-mata untuk kepentingan hidup didunia, tetapi juga untuk keselamatan hidup diakhirat. Oleh karenannya, kerja haruslah mampu membawa peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan duniawi, selain itu juga dapat menjadi bekal hidup di akhirat. Untuk itu pekerjaan haruslah yang halal, dilakukan secara ikhlas

  • Etos kerja orang singapura

Etos kerja warga Singapura pun tinggi. Derap langkah mereka cepat, apalagi saat berangkat kerja. Kemudian warga Singapura terlihat sangat mendayagunakan energinya untuk bekerja. Tak jarang saya bertemu kakek/nenek berusia lanjut yang masih menjajakan tisu atau es potong. Saya merasa kasihan, bagi orang Indonesia mungkin sudah budaya untuk tidak membiarkan orang lanjut usia untuk bekerja. Namun mungkin di Singapura, orang lanjut usia masih ingin membuktikan bahwa tenaga mereka masih berguna.




  • Etos kerja orang arab


Orang arab cenderung memiliki etos kerja yang rendah, karena mereka biasanya sudah memiliki kekayaan yang berlimpah. Biasanya orang arab mensupali pekerja-pekerjanya dari negara lain, karena mereka cenderung tidak ingin bekerja. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pedagang arab merupakan salah satu pedangang yang sangat handal, hal inilah yang menjadikan bangsa arab memiliki kekayaan yang melimpah.

  • Etos kerja orang indonesia
Sedangkan di Indonesia, etos kerja dipengaruhi oleh budaya dari masing-masing individu. Namun secara keseluruhan orang indonesia dirasa mempunyai etos kerja yang rendah. Contohnya apabila kita lihat PNS di indonesia, banyak yang melakukan korupsi waktu, bekerja dengan lambat, dan kurang memperhatikan kepentingan publik.

Sekian artikel dari penulis, semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita, serta berguna bagi kita semua

Sumber : https://judazt.wordpress.com/2010/03/05/budaya-kerja-orang-amerika/
http://www.kaskus.co.id/thread/5531f56260e24b034e8b456b/dari-majalah-internal-nu-mari-belajar-gaya-hidup-china/













Mengenal Korupsi

1 komentar

Share


Kita sering mendengar berita di televisi hal-hal yang menyangkut tentang korupsi. Namun apasih sebenarnya korupsi, serta tindakan apasaja yang mungkin tidak anda kira sebagai korupsi. Berikut ini penulis berikan cuplikannya

Korupsi berasal dari bahasa latin Corruptio, corruptus atau kata kerjanya Corrumpere; dalam bahasa Inggris dan Perancis disebut corruption, dalam bahasa Belanda disebut korruptie, yang berubah menjadi korupsi dalam bahasa Indonesia. Istilah coruruption atau korupsi menurut Webster New World Dictionary of The American Langguage adalah:
A making, becoming or being corrupt
Evil or wicked ways
Bribery or dishonest dealings
Decay, rottenness.

Dalam Al Qur’an juga tidak didapati istilah korupsi, namun dikenal istilah fassad yang berarti segala perbuatan yang menimbulkan kerusakan, termasuk berbagai perbuatan tidak jujur, merusak, menyogok, memalsu, menipu.

Berikut ini adalah tindakan-tindakan yang jarang orang mengetahui bahwa tindakan tersebut adalah korupsi
  • Tidak memperhatikan kepentingan kepentingan umum atau kepentingan orang lain


Apabila kita sudah menjadi PNS dan kita tidak memperdulikan kepentingan umum sebagai tugas yang kita emban, maka hal tersebut sudah termasuk korupsi. Karena sebagai PNS kita digaji untuk melayani masyarakat, jika kita bersikap tidak peduli terhadap kepentingan umum sama saja dengan kita memakan gaji buta


  • Memanipulasi informasi publik


Salah satu fungsi utama PNS adalah mensosialisasikan kebijakan pemerintah agar dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan semula. Apabila terdapat PNS yang memanipulasi informasi tersebut demi keuntungan pribadinya, maka hal tersebut sudah masuk dalam katagori korupsi.

  • Melakukan mark up pengadaan barang dan jasa


Mark up adalah tindakan perhitungan harga terlalu tinggi padahal kenyataannya tidak setinggi itu, nah selisih dari harga tersebut dijadikan keuntungan pribadi, hal inilah yang menyebabkan mark up termasuk kedalam tindak korupsi. Contoh - contoh dari mark up pengadaan barang dan jasa adalah pembuatan kuitansi palsu, pematokan harga yang berlebihan, sampai pengadaan barang tidak real.

  • Mengulur waktu dalam memberikan memberikan pelayanan

Sebagai PNS yang mengemban tugas melayani masyarakat, kita dituntut untuk memberikan pelayanan secara efisien dan efektif. Mengapa demikian, karena apabila kita menunda-nunda waktu akan merugikan banyak pihak, sedangkan PNS digaji dari uang rakyat. Oleh sebab itu, mengulur-ulur waktu termasuk ke dalam tindak korupsi

  • Berprilaku boros dan tidak efisien 

Apabila kita menggunakan fasilitas negara atau fasilitas umum, kita tidak boleh berprilaku boros contohnya tidak mematikan AC saat tidak diperlukan, tidak hemat energi, dan lain-lain. Mengapa demikian, karena negara mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengadakan fasilitas-fasilitas tersebut. Bila kita menggunakannya secara berlebihan maka kita sudah melakukan tindak korupsi.
  • Menganggap uang tanda terima kasih adalah sesuatu kewajiban yang wajar

Pemberian hadiah berubah menjadi suatu yang perbuatan pidana suap khususnya pada seorang Penyelenggara Negara atau Pegawai Negeri adalah apabila Penyelenggara Negara atau Pegawai Negeri tersebut melakukan tindakan menerima pemberian hadiah dari pihak manapun sepanjang pemberian tersebut diberikan berhubungan dengan jabatan atau pekerjaannya. Apabila kita menganggap pemberian tersebut merupakan kewajaran maka kita telah melakukan tindak korupsi.

Itulah tadi artikel singkat yang penulis dapat sajikan. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.


Sumber : http://aampi.blogspot.com/2014/08/korupsi.html






 

Techno Blog © 2012 Design by Game Master | Sponsored by Blog Ilmu Pengetahuan| Terima kasih sudah berkunjung.